sangat
ingin sekali melihat Makam Rasulullah SAW dan sangat mencintai Rasulullah SAW.
Dan setelah satu minggu rombongan tersebut sampai di kota Madinah.
Tiba-tiba ada seorang sahabat yang berteriak
"Ya Allah ini anak kecil yang kemarin dilarang olehku untuk ikut bersama kita tetapi ia pun ikut bersama kita, kita tidak
melihat anak kecil ini selama perjalanan.
Kemudian anak kecil itupun terus berlari dan mengambil debu, meyirami debu kewajahnya sampai tidak bisa bernafas dan meninggal di kota Madinah ia pun belum sempat berziarah Makam Sayyidina
Muhammad SAW karena sangat bergembira sudah sampai ke kota Sang Nabi, lalu Al Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman
bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menangis melihat anak kecil ini yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Lalu di sepakati oleh
rombongan dan Imam untuk menguburkan anak itu di kota madinah, lalu berbeberapa hari Al Iimam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul
Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani
al-Yamani al-Zabidi al-Syafie di kota Madinah dan sempat menziarahi magam
anak kecil tersebut ia melihat magam tersebut bergeser mendekati Magam Sayyidina Muhammad SAW .
SAMPAI SEKARANG MAKAM TERSEBUT MASIH ADA DAN MAGAM TERSEBUT ADA DI SEBERANG MASJID NABAWI.
Al imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul
Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani
al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menagis di dalam rumahnya
“Aku ini adalah seorang
imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai
Rasulullah SAW. Dan sang Imam pun
menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya.
*Jikalau anak sekecil itu sudah mampu mencintai Rasulnya dengan sepenuh-penuh hati sehingga sanggup mempertaruhkan
nyawanya sendiri...Tapi bagaimana dengan kita??
Kerasnya hati kita ini
sehingga Usia kita yang sudah dewasa beginipun kita masih kurang mampu untuk memupuk rasa cinta dengan sepenuh hati kepada Rasul kita Muhammad S.A.W
Wallahualam.
