Awal timbulnya aliran ini disangka bermula waktu pria berinisial DS yang datang ke kampung itu serta mulai menebarkan memahami yang diyakininya.
Awal mula satu diantara warga yaitu berinisial A juga pengikutnya. Tetapi lalu A juga mengajak menantunya berinisial R. Setelah itu R mengajak istrinya E untuk turut dan dalam aliran itu.
Anehnya setiap saat mengaji pada malam hari, tempat tinggal pemimpin aliran senantiasa dimatikan serta dilewatkan dalam kondisi gelap gulita.
Ketua RT setempat, Hidayatullah menerangkan beberapa warganya memanglah ada sebagai pengikut aliran itu. Tetapi ada pula yang telah jadi bekas atau berhenti turut pengajian.
" Masihlah ada tiga orang yang turut, serta tiga orang bekas bila di lingkungan kami. Mungkin diluar banyak juga pengikutnya, lantaran pimpinannya bukanlah warga sini, " papar Hidayatullah, Jumat (13/5/2016).
Diluar itu warga juga membayar duit sedekah iuran per bln. Rp 1 juta. Argumennya, sebagai duit Salawat teratur setiap bln.
.
Ia memberikan masalah ini telah dua bln. paling akhir diawasi. Tetapi warga sempat juga memperoleh intimidasi dari DS. " Informasi dari satu diantara kerabat yang ikuti aliran itu bila berani mengusik aliran ini jadi bakal diculik, " katanya.