![]() |
| Luar Biasa!!...Inilah Contoh Kisah Nyata Keajaiban Doa yang Akan Membuat Terkejut |
Berikut ini 4 contoh kisah yang menggambarkan keajaiban sebuah doa dan beberapa pelajarannya.
Kisah 1. Turun Hujan
عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَصَابَتْ النَّاسَ سَنَةٌ عَلَى عَهْدِ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ قَامَ
أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَ الْمَالُ وَجَاعَ
الْعِيَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَمَا نَرَى فِي
السَّمَاءِ قَزَعَةً فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا وَضَعَهَا حَتَّى
ثَارَ السَّحَابُ أَمْثَالَ الْجِبَالِ ثُمَّ لَمْ يَنْزِلْ عَنْ
مِنْبَرِهِ حَتَّى رَأَيْتُ الْمَطَرَ يَتَحَادَرُ عَلَى لِحْيَتِهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمُطِرْنَا يَوْمَنَا ذَلِكَ وَمِنْ الْغَدِ
وَبَعْدَ الْغَدِ وَالَّذِي يَلِيهِ حَتَّى الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَقَامَ
ذَلِكَ الْأَعْرَابِيُّ أَوْ قَالَ غَيْرُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
تَهَدَّمَ الْبِنَاءُ وَغَرِقَ الْمَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا فَرَفَعَ
يَدَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا فَمَا يُشِيرُ
بِيَدِهِ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ السَّحَابِ إِلَّا انْفَرَجَتْ وَصَارَتْ
الْمَدِينَةُ مِثْلَ الْجَوْبَةِ وَسَالَ الْوَادِي قَنَاةُ شَهْرًا وَلَمْ
يَجِئْ أَحَدٌ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلَّا حَدَّثَ بِالْجَوْدِ
Dari
Anas bin Malik, ia berkata, “Pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam manusia tertimpa paceklik. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam sedang memberikan khutbah pada hari Jum’at, tiba-tiba ada
seorang Arab badui berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda
telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo’alah kepada Allah
untuk kami.” Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangan berdoa, dan
saat itu kami tidak melihat sedikitpun ada awan di langit. Namun demi
Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh beliau tidak menurunkan
kedua tangannya kecuali gumpalan awan telah datang membumbung tinggi
laksana pegunungan. Dan beliau belum turun dari mimbar hingga akhirnya
aku melihat hujan turun membasahi jenggot beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam. Maka pada hari itu, keesokan harinya dan lusa kami
terus-terusan mendapatkan guyuran hujan dan hari-hari berikutnya hingga
hari Jum’at berikutnya. Pada Jum’at berikutnya orang Arab badui
tersebut, atau orang yang lain berdiri seraya berkata, “Wahai
Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan
hanyut, maka berdo’alah kepada Allah untuk kami.” Beliau lalu mengangkat
kedua telapak tangannya dan berdoa: ‘ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA
‘ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan
sampai menimbulkan kerusakan kepada kami) ‘. Belum lagi beliau
memberikan isyarat dengan tangannya kepada gumpalan awan, melainkan awan
tersebut hilang seketika. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau
dan aliran-aliran air, Madinah juga tidak mendapatkan sinar matahari
selama satu bulan. Dan tidak seorang pun yang datang dari segala pelosok
kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat
tersebut.” (HR. al-Bukhori)
Kisah 2. Tiga Orang yang Terperangkap di Dalam Gua
عَنْ
ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ
كَانَ قَبْلَكُمْ يَمْشُونَ إِذْ أَصَابَهُمْ مَطَرٌ فَأَوَوْا إِلَى غَارٍ
فَانْطَبَقَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ إِنَّهُ وَاللَّهِ
يَا هَؤُلَاءِ لَا يُنْجِيكُمْ إِلَّا الصِّدْقُ فَليَدْعُ كُلُّ رَجُلٍ
مِنْكُمْ بِمَا يَعْلَمُ أَنَّهُ قَدْ صَدَقَ فِيهِ فَقَالَ وَاحِدٌ
مِنْهُمْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي أَجِيرٌ
عَمِلَ لِي عَلَى فَرَقٍ مِنْ أَرُزٍّ فَذَهَبَ وَتَرَكَهُ وَأَنِّي
عَمَدْتُ إِلَى ذَلِكَ الْفَرَقِ فَزَرَعْتُهُ فَصَارَ مِنْ أَمْرِهِ
أَنِّي اشْتَرَيْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَأَنَّهُ أَتَانِي يَطْلُبُ أَجْرَهُ
فَقُلْتُ لَهُ اعْمِدْ إِلَى تِلْكَ الْبَقَرِ فَسُقْهَا فَقَالَ لِي
إِنَّمَا لِي عِنْدَكَ فَرَقٌ مِنْ أَرُزٍّ فَقُلْتُ لَهُ اعْمِدْ إِلَى
تِلْكَ الْبَقَرِ فَإِنَّهَا مِنْ ذَلِكَ الْفَرَقِ فَسَاقَهَا فَإِنْ
كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا
فَانْسَاحَتْ عَنْهُمْ الصَّخْرَةُ فَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ
كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ
فَكُنْتُ آتِيهِمَا كُلَّ لَيْلَةٍ بِلَبَنِ غَنَمٍ لِي فَأَبْطَأْتُ
عَلَيْهِمَا لَيْلَةً فَجِئْتُ وَقَدْ رَقَدَا وَأَهْلِي وَعِيَالِي
يَتَضَاغَوْنَ مِنْ الْجُوعِ فَكُنْتُ لَا أَسْقِيهِمْ حَتَّى يَشْرَبَ
أَبَوَايَ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَكَرِهْتُ أَنْ أَدَعَهُمَا
فَيَسْتَكِنَّا لِشَرْبَتِهِمَا فَلَمْ أَزَلْ أَنْتَظِرُ حَتَّى طَلَعَ
الْفَجْرُ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ
فَفَرِّجْ عَنَّا فَانْسَاحَتْ عَنْهُمْ الصَّخْرَةُ حَتَّى نَظَرُوا إِلَى
السَّمَاءِ فَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ
كَانَ لِي ابْنَةُ عَمٍّ مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ وَأَنِّي
رَاوَدْتُهَا عَنْ نَفْسِهَا فَأَبَتْ إِلَّا أَنْ آتِيَهَا بِمِائَةِ
دِينَارٍ فَطَلَبْتُهَا حَتَّى قَدَرْتُ فَأَتَيْتُهَا بِهَا فَدَفَعْتُهَا
إِلَيْهَا فَأَمْكَنَتْنِي مِنْ نَفْسِهَا فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ
رِجْلَيْهَا فَقَالَتْ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلَّا
بِحَقِّهِ فَقُمْتُ وَتَرَكْتُ الْمِائَةَ دِينَارٍ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ
أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَفَرَّجَ
اللَّهُ عَنْهُمْ فَخَرَجُوا
Dari
Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian yang
ketika sedang bepergian turun hujan lalu ketiganya masuk ke dalam gua
namun kemudian gua itu (pintunya) menutup mereka. Kemudian diantara
mereka berkata kepada yang lainnya; “Demi Allah, wahai kawan, tidak akan
ada yang dapat menolong kalian kecuali kejujuran (kebajikan). Maka
masing-masing dari mereka berdo’a dengan apa yang mereka ketahui sebagai
suatu kebajikan. Maka seorang diantara mereka berkata; “Ya Allah,
sungguh Engkau mengetahui bahwa aku pernah punya seorang pekerja untukku
dengan upah satu faraq (tiga sha’) berupa beras lalu dia pergi dan
meninggalkan upahnya itu kemudian aku sengaja dari beras itu aku jadikan
benih dan aku tanam sehingga berkembang lalu dari hasilnya itu aku
belikan seekor sapi. Suatu hari dia datang dan meminta upahnya yang dulu
lalu aku katakan kepadanya; “Lihatlah sapi itu. Itulah upah mu yang
satu faraq itu ambil dan giringlah pulang”. Orang itu berkata; “Yang
menjadi hakku hanyalah satu faraq beras”. Aku katakan kepadanya;
“Ambillah sapi itu karena dia hasil yang aku kembangkan dari upah
berasmu”. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan
itu semata karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami”.
Maka pintu gua itu terbuka sedikit. Lalu orang yang lain berkata; “Ya
Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa
aku memiliki kedua orangtua
yang sudah renta. Dan setiap malam aku membawakan bagi keduanya susu
dari kambing milikku. Pada suatu malam, aku terlambat mendatangi
keduanya sehingga ketika aku datang keduanya sudah tertidur sementara
keluargaku dan anak-anakku menangis karena kelaparan sedangkan aku tidak
akan memberi minum kepada mereka sebelum kedua orangtuaku dan aku
enggan untuk membangunkan keduanya dan aku juga enggan meninggalkan
keduanya dengan meminum jatah susu keduanya. Dan aku terus menunggu
dalam keadaan seperti itu hingga terbit fajar. Ya Allah, seandainya
Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata karena takut
kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami”. Maka pintu gua itu kembali
terbuka sedikit hingga mereka dapat melihat langit. Kemudian orang yang
ketiga berkata; “Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui bahwa aku
mempunyai anak pamanku (keponakan) yang merupakan manusia yang paling
aku cintai dan aku pernah menginginkan dirinya untukku namun dia menolak
kecuali bila aku dapat memberinya uang sebanyak seratus dinar. Maka aku
bekerja dan berhasil mengumpulkan uang tersebut. Lalu aku temui dia dan
aku berikan uang tersebut dan dia mempersilakan dirinya untukku namun
ketika aku sudah berada di antara kedua kakinya dia berkata;
“Bertaqwalah kepada Allah, dan janganlah kamu renggut keperawanan
kecuali dengan haq”. Maka aku berdiri lalu pergi meninggalkan uang
seratus dinar tersebut. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang
aku kerjakan itu semata karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah
untuk kami”.”Maka Allah membukakan gua itu untuk mereka lalu mereka
keluar”. (HR. al-Bukhori)
Baca juga :
Kisah 3. Kematian Abu Salamah
عَنْ
أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ
فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ { إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ } اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا
مِنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا
مَاتَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ أَيُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ مِنْ أَبِي
سَلَمَةَ أَوَّلُ بَيْتٍ هَاجَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ إِنِّي قُلْتُهَا فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِي رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَرْسَلَ إِلَيَّ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاطِبَ بْنَ أَبِي
بَلْتَعَةَ يَخْطُبُنِي لَهُ فَقُلْتُ إِنَّ لِي بِنْتًا وَأَنَا غَيُورٌ
فَقَالَ أَمَّا ابْنَتُهَا فَنَدْعُو اللَّهَ أَنْ يُغْنِيَهَا عَنْهَا
وَأَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَذْهَبَ بِالْغَيْرَةِ
Dari
Ummu Salamah, ia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia
membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, ‘INNAA LILLAHI WAINNAA
ILAIHI RAAJI’UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN
MINHAA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada
Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena mushibah ini dan tukarlah
bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).’ melainkan Allah menukar
baginya dengan yang lebih baik.” Ummu Salamah berkata; Ketika Abu
Salamah telah meninggal, saya bertanya, “Orang muslim manakah yang lebih
baik daripada Abu Salamah? Dia adalah orang-orang yang pertama-tama
hijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian akupun
mengucapkan doa tersebut. Maka Allah pun menggantikannya bagiku
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ummu Salamah mengisahkan;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Hatib bin Abu Balta’ah
melamarku untuk beliau sendiri. Maka saya pun menjawab, “Bagaimana
mungkin, aku telah mempunyai seorang anak wanita, dan aku sendiri adalah
seorang pencemburu.” Selanjutnya beliau pun menjawab: “Adapun anaknya,
maka kita do’akan semoga Allah mencukupkan kebutuhannya, dan aku
mendo’akan pula semoga Allah menghilangkan rasa cemburunya itu.” (HR.
Muslim)
Kisah 4. Doa Nabi Untuk Anas bin Malik
أَنَسٌ
قَالَ جَاءَتْ بِى أُمِّى أُمُّ أَنَسٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله
عليه وسلم- وَقَدْ أَزَّرَتْنِى بِنِصْفِ خِمَارِهَا وَرَدَّتْنِى
بِنِصْفِهِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا أُنَيْسٌ ابْنِى
أَتَيْتُكَ بِهِ يَخْدُمُكَ فَادْعُ اللَّهَ لَهُ. فَقَالَ « اللَّهُمَّ
أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ». قَالَ أَنَسٌ فَوَاللَّهِ إِنَّ مَالِى
لَكَثِيرٌ وَإِنَّ وَلَدِى وَوَلَدَ وَلَدِى لَيَتَعَادُّونَ عَلَى نَحْوِ
الْمِائَةِ الْيَوْمَ.
Anas
(bin Malik) berkata; Pada suatu hari saya bersama ibuku datang kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibuku menyelimutiku dengan
separuh kerudungnya dan separuhnya lagi untuk menyelendangi saya. Ibuku
berkata; ‘Ya Rasulullah, inilah Unais (panggilan Anas ketika masih
kecil), putra saya. Saya ajak ia kemari agar kelak membantu engkau. Oleh
karena itu, doakanlah untuknya! Kemudian Rasulullah berdoa untuk Anas;
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya!” Di kemudian hari Anas
berkata; Demi Allah, harta saya sekarang sungguh banyak sekali, anak dan
cucu saya kini telah mencapai seratus orang lebih.” (HR.Muslim)
Di antara pelajaran yang bisa kita ambil dari empat kisah di atas, adalah :
1. Doa itu bermanfaat bagi pelakunya maupun orang yang didoakan, bahkan lingkungan di sekitarnya.
2. Bolehnya meminta kepada orang sholeh yang masih hidup agar dia berdoa kepada Alloh ta’ala untuk kemaslahatan kita.
3. Disyariatkan bertawasul dengan amal sholeh ketika berdoa.
4. Sangat boleh jadi, salah satu sebab akan terkabulnya doa adalah dengan bertawasul dengan amal sholeh sebelum berdoa.
5. Disyariatkannya untuk berdoa memohon pahala atas musibah yang menimpa dan meminta ganti dengan yang lebih baik.
6. Diperbolehkannya doa agar dikaruniakan harta dan anak yang banyak.
7. Hendaknya seseorang tidak berputus asa dari rahmat Alloh ta’ala. Oleh karena itu, hendaknya ia terus berdoa kepada Alloh ta’ala dan tidak pernah merasa bosan untuk melakukannya.
2. Bolehnya meminta kepada orang sholeh yang masih hidup agar dia berdoa kepada Alloh ta’ala untuk kemaslahatan kita.
3. Disyariatkan bertawasul dengan amal sholeh ketika berdoa.
4. Sangat boleh jadi, salah satu sebab akan terkabulnya doa adalah dengan bertawasul dengan amal sholeh sebelum berdoa.
5. Disyariatkannya untuk berdoa memohon pahala atas musibah yang menimpa dan meminta ganti dengan yang lebih baik.
6. Diperbolehkannya doa agar dikaruniakan harta dan anak yang banyak.
7. Hendaknya seseorang tidak berputus asa dari rahmat Alloh ta’ala. Oleh karena itu, hendaknya ia terus berdoa kepada Alloh ta’ala dan tidak pernah merasa bosan untuk melakukannya.
Baca juga :
